Pasar Persaingan Sempurna

Pasar Persaingan Sempurna

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu satunya produsen (monopoli). Kondisi ekstrim tersebut jarang sekali terjadi, umumnya dua kondisis peralihan antara ekstrim persaingan sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing masing mempunyai daya monopoli (terbatas), disebut persaingan monopolistic (monopolistic competition). Kedua adalah dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli dikenal sebagai oligopoli (oligopoly). 1. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakn persaingan sempurna: Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product) Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi sempurna (perfect knowledge) Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small relatively output) Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker) Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a. b. c. d. e. Homogenitas Produk (Homogeneous Product) Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge) Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput) Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker) Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar. Keleluasaan Masuk Kelur Pasar (Free Entry and Exit) Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan

factor produksi 1 2. Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar Persaingan Sempurna a. Permintaan Diagram 8.1.a Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Diagram 8.1.b Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah. b. Penerimaan Diagram 8.2.a Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P) Diagram 8.2.b Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0). 3. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek a. b. Perusahaan sebaiknya hanya berproguksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabrl rata rata (AVC) sama dengan harga. Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss). Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat

output sejumlah Q* Diagram 8.4 Kondisi impas terjadi bila biaya rata rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol Diagram 8.5 Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaanmengalami kerugian sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum. 4. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang a. Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal. b. Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengaanti barang modal yang digunakan dalam produksi. c. Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk keluar karena laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama. d. Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC. Diagram 8.6.a Menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E di mana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0. Diagram 8.6.b Jika ada perusahaan yang masuk, akan terjadi penambahan penawaran. Perhatikan kurva SMC, LMC, SAC dan LMC berpotongan di satu titik, yaitu titik E. 6. Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna a. Kekuatan

1. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah 2. Juml;h output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksima (kemakmuran maksimal). 3. Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga. b. Kelemahan 1. Kelemahan Dalam Hal Konsumsi 2. Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi 3. Konflik Efisiensi - Keadilan SOAL LATIHAN (KASUS) 1. Soal : Sebuah perusahaan jam beroperasi dalam pasar persaingan sempurna. Biaya produksi dinyatakan sebagai C = 100 + Q2, dimana C adalah biaya. Biaya tetap (FC) Adalah 100. jika harga jual jam per unit adalah 60: Berapa jumlah jam yang harus diproduksi untuk mencapai laba maksimal? Berapa besar laba maksimal? Jawab Dalam pasar persaingan sempurna, produsen adalah penerima harga (price taker) Karena itu fungsi penerimaan total TR = P x Q = 60Q TR MR = -------- = 60 Q Jika C = 100 + 2Q maka biaya marjinal (MC) adalah TC atau -------Q MC = 2Q a) Laba maksimal tercapai pada saat MR = MC

60 = 2Q Q = 30 unit Jumlah jam yang harus diproduksi untuk mencapai laba maksimum adalah 30 unit. b) Besar laba maksimum (maks): Jika C = 100 + Q2 AC = 100 + Q -----Q Pada saat Q = 30 maka AC = 100 + 30 = 33 1/3 ------30 maks = Q (P- AC) = 30(60 - 33 1/3) = 800 2. Soal: a) b) c) Di dalam sebuah pasar output berstuktur persaingan sempurna, jumlah perusahaan adalah 1.000. Dalam jangka pendek setiap perusahaan memiliki kurva penawaran Qs = -200 + 50P, dimana Qs adalah output tiap perusahaan; P adalah harga. Permintaan pasar: Q = 160.000 10.000P Hitung harga keseimbangan pasar jangka pendek Gambarkan kurva permintaan yang dihadapi perusahaan dan tingkat keseimbangan. Jelaskan bila ada perusahaan yang memutuskan untuk memproduksi lebih sedikit atau lebih banyak dari output tingkat keseimbangan. Jawab a) Penawaran Total : Qs = (-200 + 50P) x 1.000

= -200.000 + 50.000P Keseimbangan pasar Qs = Qd -200.000 + 50.000P = 160.000 10.000P 60.000P = 360.000 P = 6 Q = 160.000 10.000P = 160.000 10.000(6) = 100.000 unit Harga keseimbangan pasar adalah 6/ unit, dengan total output 100.000 unit Karena jumlah perusahaan 1.000 maka setiap perusahaan mencapai keseimbangan bila memproduksi 100 unit (100.000/1.000 unit). Juga karena perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna, maka: 1) Perusahaan berposisi sebagai penerima harga, dimana D = AR = MR = P = 6 2) Kurva biaya marjinal perusahaan adalah kurva penawaran perusahaan. Qs = -200 + 50P, atau P = 4 + 1/50 Qs MC = 4 + 1/50 Qs Perusahaan mencapai keseimbangan bila, Qs = -200 + 50P = -200 + 50(6) = 100 unit c) Bila salah satu perusahaan memutuskan untuk tidak berproduksi (Qs = 0) MC = 4 + 1/50 Qs =4 MC < P perusahaan tidak memperoleh laba maksimum sebab jika output ditambah akan meningkatkan laba Bila salah satu perusahaan memutuskan memproduksi lebih banyak dari tingkat

keseimbangan (Qs > 100, misal 200) MC = 4 + 1/50 (200) =8 MC > P perusahaan rugi karena bila Qs > 100, menambah output berarti menambah kerugian. Diagram 8.11 PASAR MONOPOLI 1. Faktor faktor Penyebab Terbentuknya Monopoli Hambatan Teknis (Technical Barriers to Entry) Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan perusahaan yang sudah ada (existing firm) 1) Perusahaan memiliki kemampuan dan atau pengetahuan khusus (special knowledge) yang memungkinkan berproduksi sangat efisien,. 2) Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya (MC dan AC) yang menurun. 3) Perusahaan memiliki kemampuan control sumber factor produksi, baik berupa SDA, SDM, maupun lokasi produksi. Hambatan Legalitas (Legal Barriers to Entry) 1) Undang undang dan Hak Paten 2) Hak Paten (Patent Right) atau Hak Cipta Hanya ada satu produsen Listrik yang dihasilkan PLN tidak mempunyai substitusi Perusahaan perusahaan lain tidak dapat memasuki industri listrik karena ada hambatan 2. Permintaan dan Penerimaan Perusahaan Monopoli a. Permintaan

Permintaan terhadap output perusahaan (firms demand) merupakan permintaan industri. Posisis perusahaan monopolis adalah penentu harga (price taker). b. Penerimaan Diagram 9.1 Penerimaan marjinal perusahaan monopoli lebih kecil dari harga jual (MR < P). Hubungan antara besarnya TR dan MR digambarkan pada Diagram 9.2 3. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek Diagram 9.3 laba maksimum tercapai pada output Q* di mana MR = MC. Besarnya laba seluas bidang AP*BC. 4. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang Tidak mempunyai masalah besar dengan keseimbangan jangja panjang. Diagram 9.4.a menunjukkan perusahaan monopolis yang mengalami kerugian dalam janka pendek. Namun karena biaya rata rata variable masih lebih besar dari harga (AVC > P) untuk sementara perusahaan masih dapat beroperasi. Diagram 9.4.b ditunjukkan dengan menurunnya kurva AC(AC1 --- AC2). Karena sekarang biaya rata rata lebih kecil daripada harga (AC < P), perusahaan sudah dapat menikmati laba. Diagram 9.4.c peningkatan permintaan (D1 D2) menyebabkan P > AC yang artinya perusahaan memperoleh laba. 5. Daya Monopoli Daya monopoli (monopoly power) yaitu kemampuan perusahaan melakukan eksploitasi pasar dalam rangka mencapai laba maksimum hanyalah sebatas mengatur jumlah output dan harga. L = (P MC) ----------P

Dimana L = indeks lerner P = harga output MC = biaya marjinal Besarnya nilai indeks Lerner dipengaruhi beberapa faktor: a. Elastisitas Harga Permintaan (Elastisitas Harga) b. Jumlah Perusahaan Dalam Pasar c. Interaksi Antarperusahaan 6. Monopoli Alamiah (Natural Monopoly) Persahaan ini mempunyai kurva biaya rata rata (AC) jangka panjang yang menurun (negative slope) . Diagram 9.5 Menunjukkan hal tersebut, di mana titik perpotongan kurva MC dengan MR (titik A) jauh di bawah harga jual (titik B). 7. Diskriminasi Harga (Price Discrimination) Adalah kebijakan menjual output yang sam dengan harga berbeda beda. Tujuannya adalah menambah laba perusahaan melalaui eksploitasi surplus konsumen. Ada beberapa syrat agar diskriminasi harga (berdasarkan elastisistas permintaan), dapat berhasil : a. Perusahaan harus memiliki daya monopoli b Pasar dapat dibagi beberapa (minimal dua kelompok) yang elastisitas permintaannya berbeda. c. Pembagian pasar harus efektif. d. MR di tiap pasar adalah sama agar diskriminasi harga menghasilkan laba maksimum. Diagram 9.6.c menunjukkan sebuah perusahaan monopolis memiliki permintaan

digambarkan oleh kurva Dt. Jika perusahaan tidak melakukan diskriminasi harga, keseimbangan tercapai pada saat jumlah output Qt dan harga Pt. Laba maksimum (t) yang diperoleh seluas bidang segi empat APtBC. Diagram 9.6.a dan 9.6.b dimana permintaan kelompok A (Da) lebih inelastic dari permintaan B (Db). 8 Biaya Sosial Monopoli (Sosial Cost of Monopoly) Beberapa kerugian yang dialami masyarakat (biaya social), antara lain: a. Hilang atau berkurangnya Kesejahteraan Konsumen (Dead Weight Loss) Diagram 9.7 menunjukkan dalam pasar monopoli keseimbangan perusahaan tercapai pada titik A. Tambahan laba bersih yang dinikmati perusahaan monopolis adalah sebesar luas segi empat PkPmAC dikurangi luas setiga FCB. 10. Aspek Positif Monopoli (Monopoly Benefit) a. Monopoli, Efisiensi dan Prtumbuhan Ekonomi b. Monopoli dan Efisiensi Pengadaan Barang Publik c. Monopoli dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Soal Latihan (Kasus) 1. Soal Sebuah perusahaan monopoli menghadapi permintaan: Q = 20 2p di mana Q adalah jumlah barang yang diterima (unit). Monopolis memiliki biaya rata rata konstan 4 per unit. a. Dari informasi diatas, turunkan persamaan persamaan penerimaan

rata rata (AR), penerimaan marjinal (MR) dan biaya marjinal (MC). b. Berapa jumlah outputyang harus diproduksi dan harga jual per unit untuk mencapai laba maksimum. Hitung besarnya laba maksimum tersebut. c. Berapa selisih harga dan output yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga dan output bila perusahaan beroperasi pada pasar persaingan sempurna. d. Gambarkan jawaban dengan menggunakan diagram! Jawab: a) Kurva penerimaan rata rata perusahaan sama dengan kurva permintaan perusahaan Kurva penerimaan marjinal (MR): TR = P(Q)Q = (10 1/2Q)Q = 10Q 1/2Q2 (S9.1) MR = TR = 10 Q ..(S9.2) -----Q Biaya Marjinal : Jika biaya rata rata: AC = 4; maka TC = (AC).Q = 4Q Dengan demikian MC = TC = 4..(S9.3) -------Q b) Laba maksimum tercapai bila MR = MC, 10 Q = 4 Q* = 6 Jumlah output = 6 unit Jika jumlah output 6, maka: 6 = 20 2P P=7 Harga jual adalah 7 per unit Besarnya laba maksimum: Q(P AC) = 6(7 4) = 18

c) Jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna, laba maksimum tercapai bila D = AR = MC, atau 10 1/2Q = 4 1/2Q = 6 Q = 12unit, maka 12 = 20 2P 2P = 8 P=4 Jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna: - Output yang dihasilkan adalah 12 unit atau 2 kali jumlah yang dihasilkan bila perusahaan beroperasi dalam pasar monopoli. - Harga jual per unit jika perusahan beroperasi dala persaingan sempurna (4/ unit) jauh lebih murah (75% lebih murah) dibanding harga jual per unit jika perusahaan beroperasi dalam pasar monopoli (7/ unit). d) Diagram 9.13 2. Soal PT. Aria monopolis dalam industri telekomunikasi di Negara X memiliki biaya rata rata konstan sebesar 2/ unit. Perusahaan menghadapi dua permintaan yang berbeda: - Permintaan pasar pertama: Q1 = 10 2P1 - Permintaan pasar kedua: Q2 = 20 P2 Buktikan kebijakan diskriminasi harga akan meningkatkan laba PT. Aria Jawab : a) Struktur biaya perusahaan: AC = 2

TC = (AC).Q = 2Q MC = 2 b) Struktur permintaan dan penawaran perusahaan: Pasar Pertama: Q1 = 10 2P1, atau P1 = 5 1/2Q1 TR1 = (5 1/2Q1).Q1 = 5Q1 1/2Q.(S9.4) MR1 = 5 Q1...(S9.5) Pasar Kedua: Q2 = 20 P2, atau P2 = 20 Q2 TR2 = (20 Q2).Q2 = 20Q2 Q2 ...(S9.6) MR2 = 20 -2Q2 ...(S9.7) Permintaan total perusahaan: Qt = Q1 + Q2 Qt = 10 2P + 20 P = 30 3P, atau P = 10 1/3Q TRt = 10Q 1/3 Q2 (S9.8) MRt = 10 2/3Q...(S9.9) c) Jika perusahaan melakukan kebijakan diskriminasi harga, laba total adalah: 1+ 2 Laba maksimum Pasar Pertama: MR1 = MC 5 Q1 = 2 Q1 = 3 unit 3 = 10 2P1 2P1 = 7 P1 = 3,5 1 = 3(3,5 2) = 4,5 Laba maksimum Pasar Kedua: MR2 = MC 20 -2Q2 = 2 2Q2 = 18

Q2 = 9 unit 9 = 20 P2 P2 = 11 2 = 9(11 2) = 81 Laba total: = 1 + 2 = 4,5 + 81 = 85,5 d) Jika perusahaan tidak melakukan kebijakan diskriminasi harga, laba maksimum tercapai pada saat MRt = MC, 10 2/3 Qt = 2 2/3 Qt = 8 Qt = 12 12 = 30 -3P 3P = 18 P=6 t = Qt(P AC) = 12(6 2) = 48 Kesimpulan Jika monopolis tidak melakukan diskriminasi harga, laba total yang diperoleh adalah 48. Sedangkan jika monopolis melakukan diskriminasi harga, laba total yang diperoleh adalah 85,5. Terbukti bahwa kebijakan diskriminasi harga berhasil menaikkan laba perusahaan. PASAR PERSAINGAN MONOPOLOSTIK 1. Karakteristik Pasar Persaingan Monopolostik a. Produk Yang Terdiferensiasi (Differentiated Product) Elastisitas permintaan pasar persaingan monopolistic berada di antara pasar

persaingan sempurna dan monopoli, seperti pada diagram 10.1 b. Jumlah Produsen Banyak Dalam Industri (Large Number of Firms) c. Bebas Masuk dan Keluar (Free Entry and Exit) 2. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = MC. Diagram 10.2 menunjukkan perusahaan mencapai laba maksimum pada saat MR = MC dititik E. 3. Pasar Persaingan Monopolistik dan Efisiensi Ekonomi Diagram 10.3 4. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang Ada dua sebab pasar persaingan monopolistic tidak dapat lebih efisien dibanding pasar persaingan sempurna a. Harga Jual Masih Lebih Besar Dari Biaya Marjinal (P>MC) b. Kapasitas Berlebih (Excess Capacity) Diagram 10.4 5. Pengaturan Pasar Persaingan Monopolistik a. Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang (dead weight loss) relative kecil. b. Permintaan yang sangat elastis menyebabkan kelebihan kapasitas produksi relative kecil. c. Ketidakefienan yang dihasilkan perusahaan yang beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik. PASAR OLIGOPOLI 1. Karakteristik Pasar Oligopoli Ada beberapa unsure pentig dalam pasar oligopoli:

a. Hanya Sedikit Perusahaan Dalam Industri (Few Number of Firms) b. Produk Homogen atau Terdiferensial (Homogem or Differentiated Product) c. Penganbilan Keputusan yang Saling Mempengaruhi (Interdependence Decision) d. Kompetisi Non Harga (Non Pricing Competition) 2. Faktor - faktor Penyebab Terbentuknya Pasar Oligopoli Ada dua factor penting penyebab terbebtuknya oasar oligopoly. a. Efisiensi Skala Besar b. Kompleksitas Manajemen 3. Keseimbangan Oligopolis a. Model Permintaan yang Patah (Kinked Demand Model) Diagram 11.1 kurva penerimaan marjinal (MR) yang relevan bagi perusahaan adalah ACDE. Harga keseimbangan pasar adalah P1. Diagram 11.2 Oligopolis berada dalam keseimbangan pada saat MR = MC (titik D) dengan jumlah output Q1. b. Model Kepemimpinan Harga (Price Leadership Model) Diagram 11.3 c. 4. Price Leadership dan Kinked Demand Curve

DUOPOLI a. Model Cournot (Cournot Model) Diagram 11.4 Keseimbangan duopolies tercapai bila marjinal adalh nol (MC = 0) Diagram 11.5 merupakan kurva reaksi Q1, karena menunjukkan besarnya output yang ditetapkan duopolies pertama berdasarkan perkiraan output duopolies kedua. b. Model Kepemimpinan Stackelberg (Stackelberg Leadership Model) c. Teori Permainan (Game Theory) - Model Dilema Narapidana (Prisoners Dilemma Model) Soal Latihan (kasus) 1. Soal Sebuah perusahaan oligopolis menghadapi dua permintaan: Q1 = 200 10P adalah permintaan jika pesaing tidak bereaksi terhadap keputusan perusahaan. Q2 = 100 4P adalah permintaan jika pesaing bereaksi terhadap keputusan perusahaan. a) Gambarkan kurva permintaan dan penerimaan marjinal (MR) yang relevan bagi perusahaan.. b) Pada harga jual berapa pesaing akan bereaksi? c) Hitung interval harga jual yang menyebabkan perusahaan tidak akan mengubah output. Jawab : Diagram 11.6 a) Pada diagram11.6 kurva permintaan yang relevan adalah ABF (garis tebal). Di atas P* sampai di titik A, perilaku perusahaan tiodak mengundang reaksi pesaing, sehingga kurva permintaan yang relevan adalah AB. Jika perusahaan menetapkan

harga di bawah P* pesaing akan bereaksi, karena itu kurva permintaan yang relevan adalah BF. Sehingga kurva MR yang relevan adalah ACDE> b) Perusahaan pesaing akan bereaksi jika harga jual yang ditetapkan lebih rendah dari P*. Karena P* adalah titik potong Q1 dengan Q2 maka besarnya P* dapat diketahui: Q1 = 200 10P Q2 = 100 4P dimana Q1 = Q2 0 = -100 6P P* = 50/3 = 16 2/3 Pesaing akan bereaksi jika perusahaan menjual barang dengan harga lebih rendah dari 16 2/3 per unit. c) Dari jawaban (b), kita dapat megetahui jumlah output keseimbangan adalah: Q* = 200 10P = 200 10(16 2/3) = 33 1/3 unit Koordinat titik B adalah Pada Q = 33 1/3 dan P = 16 2/3 Tampak pada Diagram 11.6 interval harga di mana perusahaan tidak mengubah output adalah antara Pr sampai dengan Pe (yaitu pada MR yang vertikal CD) Pada posisi titik C (yaitu harga Pe): Berada pada MR! Pada saat Q = 33 1/3 MR1 = TR1 -------Q TR1 = P.Q Q = 200 10P P = 20-1/10Q TR1 = (20 1/10Q)Q = 20Q 1/10Q2 MR1 = TR1

= 20 1/5Q ---------Q Q* = 33 1/3 MR1 = 20 1/5 (33 1/3) = 13 1/3 Jadi Pe = 13 1/3 Posisi titik D (yaitu harga Pr): Berada Pada MR2 pada saat Q = 33 1/3 MR2 = TR2 -------Q TR2 = P.Q Q = 100 4P P = 25 1/4Q TR2 = (25 -1/4 Q)Q = 25Q 1/4Q2 MR2 = TR2 = 25 Q -------Q Q* = 33 1/3 MR2 = 25 (33 1/3) = 8 1/3 Jadi Pe = 8 1/3 Dengan demikian interval harga jual per unit di mana perusahaan tidak mengubah output adalh antara 8 1/3 sampai dengan 13 1/3 atau pada MR vertical yaitu CD.

Recently Viewed Presentations

  • Conversion of Metric Units Using Dimensional Analysis

    Conversion of Metric Units Using Dimensional Analysis

    Dimensional Analysis ... from English to Metric Units and Vice versa Use conversion factors that are exact by definition 1 inch = 2.54 cm 1 ounce = 28.35 g 1 quart = 0.946L or 946 mL 1 meter = 39.37...
  • 슬라이드 1 - Skku

    슬라이드 1 - Skku

    항 염증제의 공통적 부작용. 2. 혈소판 기능 . 억제. tNSAIDs는 주로 혈소판의 COX를 비가역적으로 아세틸화시켜COX를 불활성화하여 혈액응고에 관련된 TXA2 생성을 억제하여 혈액의 출혈시간이 길어진다.그러므로 심한 간 기능장애, 혈액응고 방지제를 장기간 사용하는 환자, glucose-6-phosphate dehydrogenase ...
  • Dense Gas History of the Universe Missing half

    Dense Gas History of the Universe Missing half

    Sum ASPECS line detections in 90GHz and 240 GHz bands ~ 1uK. Line foreground >> PIXIE sensitivity => need effective removal techniques. Compton y: partial up-scattering of CMB blackbody photons by hot plasma during reionization or in clusters and galaxies...
  • OLD AGE PSYCHIATRY - stheliervts.co.uk

    OLD AGE PSYCHIATRY - stheliervts.co.uk

    Old Age Psychiatry. general psychiatry in the elderly population ... OPC - management plan. Consider any physical causes - and treat . ... depression tends to show in the form of depressive 'signs' - tearfulness and weight loss.
  • Occupational Health

    Occupational Health

    Health hazards are things that can cause sickness or harm your health. Which are the routes of entry? Skin Eyes Mouth Nose Chemical hazards - examples: Lead Asbestos Silica Solvents Physical hazards - examples: Noise Temperature extremes Biological hazards -...
  • GSM/IS-95/W-CDMA Overview

    GSM/IS-95/W-CDMA Overview

    CDMA for civilian mobile radio applications is was proposed theoretically in the late 1940's. Commercial applications became possible because of two evolutionary developments of Integrated Circuit and effective access method. ... 8,000 4,000 2,000 and 800 b/s WiCoRe, UT-Dallas IS-95...
  • AMERICAN HISTORY I CONFLICT AND COMPROMISE T H

    AMERICAN HISTORY I CONFLICT AND COMPROMISE T H

    Large-Scale plantation agriculture . Mining. Cattle Ranching. Enclosure Movements. This disagreement made war inevitable and Treaties convoluted. Bacon's Rebellion was stimulated by frontier colonists conflict with Native Americans and feeling like their government was not doing enough to protect them.
  •  Mark E. Damon - All Rights Reserved 50:50

    Mark E. Damon - All Rights Reserved 50:50

    A: mechanical energy into thermal energy. C: nuclear energy into electrical energy. B: thermal energy into nuclear energy. D: electrical energy into electromagnetic energy